Terima Kasih Anda Sudah Mau Berkunjung Ke Blogs Kami Yang Serba putih ini , agar lebih ringan saat di load oleh pembaca setia.

SIlahkan Lihat Daftar Isi .

Anda Boleh Copy Dan Paste semua Artikel kami tapi cantumkan Sumbernya .

Thursday, 2 August 2012

COntoh kasus dalam Perumusan Masalah


Kita menemukan sepatu perusahaan sepatu wanita yang terus menerus merugi. setelah kita melakukan obsevarsi ternyata diketahui bahwa perusahaan tersebut tidak pernah membuat perencanaan pemasaran yang benar .
Pemasaran dilakukan Hanya secara asal - asalan sehingga penjualan produk mereka tidak sesuai dengan target yang ditetapkan. pada kasus ini kita mencoba meformulasikan masalah tersebut menjadi berikut :
"Hubungan antara strategi pemasaran dengan penjualan produk sepatu di PT x"

Maka rumusan masalah dalam riset ini ialah : " Apakah Terdapat hubungan antara strategi pemasaran dengan penjualan produk sepatu wanita di PT x" .

Beberapa Pertanyaan Membantu dalam membuat masalah RIset ?

Agar dapat Merumuskan masalah riset Denganm benar , dibawah ini diberikan tips dalam bentuk pertanyaan - pertanyaan sebagai berikut :

1. Apakah kita benar - benar memahami bidang yang akan kita teliti ? 

2. Apakah saya memahami teori -teori yang akan mendukung riset tersebut sehingga riset memang dapat dilandasi dengan teori - teori yang tepat ?

3. Apa saja pertanyaan - pertanyaan riset yang penting yang muncul dalam kajian yang akan kita lakukan ?

4. jika sudah ditemuakan Pertanyaan - pertanyaan tersebut , Bagian - bagian mana yang memerlukan ekplorasi lebih lanjut ?

5. APakah riset yang kita lakukan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai persolan yang akan kita kaji tersebut ?

6. apakah sudah terdapat banyak kajian mengenai topik ini ?  Jika belum maka kajian ini dapat dilanjutkan 

7. Apakah topik yang kita kaji menjadi topik yang hangat atau sudah kadaluarsa ?

8. Apakah kita dapat mendukung biaya untuk riset ini ?

9. Apakah riset yang kita lakukan berpengaruh signifikan terhadap ilmu bidang kita ?

Bagaimana Kita Menentukan Masalah ?


Dengan Melakukan Proses penyempitan masalah dimulai dari yang sangat umum menjadi yang lebih khusus dan pada akhirnya menjadi masalah yang spesifik dan siap untuk diteliti .

Pola berpikir untuk melakukan penyempitan masalah dapat dilihat pada gambar di bawah ini .









Masalah tidak boleh mempresntasikan masalah posisi moral dan etika


agar tidak terjebak dalam masalah subjektif , maka sebaiikanya kita menghindar dari masalah - masalah idealisme dan nilai - nilai .
misalnya kita akan mengalami kesulitan dalam mengukur masalah - masalah seperti berikut ini :

- Haruskah semua mahasiswa tidak menyontek dalam ujian ?

- Haruskan semua mahasiswa rajin dalam belajar ?

Akan lebih baik jika masalah tersebiut dijadikan seperti ini :

- Hubungan antara kesiapan ujian dan nilai yang di raih .

- Pengaruh tingkat kerajinan mahasiswa terhadap kecepatan kelulusan .

Masalah Dapat diuji secara EMpiris


artinya perumusan masalah yang dibuat memungkinkan kita dapat mencari data di lapangan sebagai sarana pembuktian atau jawaban terhadap masalah tersebut .

Tujuan utama pengumpulan data adalah untuk membuktikan bahwa masalah yang sering dikaji dapat dijawab data yang diperoleh tersebut. dengan kata lain masalah memerlukan jawaban , jawaban didapatkan setelah kita mengumpulkan data di lapangan .

Masalah harus dirumuskan secara spesifik dan tidak bermakna ganda .!


Dalam riset yang menggunakan pendekan kuantitatif terdapat beberapa kata tekhnis yang secara konvesional harus diikuti , misalnya kata 
"hubungan" ,
 " Pengaruh" ,
 "Membandingkan perbedaan / kesamaan ",
 "memprediksi" Dan 
"TInjauan" .

COntoh :

1. Apakah ada hubungan antara promosi dengan volumen penjualan ?

2. Apakah warna sepeda motor honda mempengaruhi minat beli konsumen ?

3. Apakah terdapat perbedaan antara penjualan mobil honda dan mobil toyota ?

4. Apakah laba dipredikasi dengan penjualan ?

Proses Indentifikasi Masalah !

Sebelum membuat suatu Proposal Riset , Maka sebaiknya kita sudah mengenal rumusan masalah .
Beberapa Panduan di bawah ini akan mempermudah bagi kita untuk menenmukan masalah .

1. Masalah setidak - tidaknya mencerminkan hubungan  antara dua gejala ( secara tekhnis kita sebut "variable" ) atau lebih .

2. Masalah Harus dirumuskan secara spesifikasi dan tidak bermakna ganda .

3. masalah harus dapat diuji dengan empiris , yaitu dimungkinkan adanya Pengumpulan data Yang akan digunakan sebagai bahan untuk menjawab masalah tersebut .

4. masalah tidak boleh mempresentasikan masalah posisi moral dan etika .

5. masalah umumnya dirumuskan  dalam bentuk pertanyaan ,